Kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat serta bencana alam merupakan keterampilan penting yang wajib dimiliki oleh setiap anggota masyarakat, terutama para pelajar. Guna meningkatkan ketangkasan dan pengetahuan dalam mengatasi kondisi kritis, kegiatan pertolongan pertama dan evakuasi bencana diselenggarakan di lapangan utama sekolah. Kegiatan latihan lapangan ini diikuti dengan penuh semangat oleh puluhan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler kepramukaan dan kemanusiaan. Dibawah bimbingan instruktur dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, para peserta dilatih untuk merespons secara cepat dan tepat saat terjadi kondisi darurat di sekitar lingkungan mereka.
Materi pelatihan diawali dengan pemberian teori dasar mengenai penanganan luka ringan hingga patah tulang, serta teknik pemindahan korban secara aman. Para siswa tidak hanya menghafal langkah-langkah medis dasar, tetapi langsung memperagakan penggunaan balut bidai dan pembuatan tandu darurat menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar lokasi. Ketepatan dan kecepatan bertindak menjadi fokus utama yang dinilai oleh para instruktur sepanjang latihan. Praktik pertolongan pertama yang diberikan secara intensif ini bertujuan membentuk rasa percaya diri pada diri siswa agar tidak panik saat menghadapi musibah nyata.
Puncak kegiatan ditandai dengan skenario simulasi penanganan bencana gempa bumi yang terjadi di tengah jam pelajaran sekolah. Seringaian sirine darurat membahana, menandai dimulainya latihan penyelamatan diri dan pemindahan korban dari dalam gedung menuju area titik kumpul yang aman. Para anggota ekstrakurikuler dengan sigap membagi tugas untuk melakukan penyisiran ruang kelas, memberikan perawatan darurat bagi korban luka, serta mengoordinasikan jalur evakuasi. Keseriusan peserta dalam memperagakan teknik pertolongan pertama membuat jalannya simulasi terasa sangat dramatis dan menyerupai kejadian sebenarnya.
Kerja sama tim dan komunikasi yang efektif menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan simulasi penyelamatan darurat ini. Para siswa belajar bagaimana memimpin kerumunan massa yang panik serta memberikan instruksi penyelematan yang jelas dan menenangkan. Evaluasi teknis dilakukan secara langsung oleh tim BPBD setelah simulasi selesai untuk memberikan koreksi atas kekurangan yang ada. Penjelasan detail mengenai pentingnya jalur evakuasi yang bebas dari hambatan serta ketersediaan kotak P3K yang memadai menjadi catatan penting bagi pihak pengelola sarana sekolah.
Penyelenggaraan latihan penanggulangan bencana ini mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari seluruh warga sekolah dan orang tua murid. Melalui kegiatan ini, pemahaman akan pentingnya budaya sadar bencana dapat tertanam kuat dalam Sanubari para generasi muda. Keberhasilan simulasi pertolongan pertama ini membuktikan bahwa pelajar Pulomas memiliki ketangkasan, kepedulian, dan kesiapan mental yang luar biasa dalam menghadapi situasi sulit. Diharapkan pelatihan berkala seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk menjaga kesiapsiagaan seluruh komponen sekolah di masa-masa mendatang.
